sayah berasal dari kec blanakan kab
subang dusun tajungsari rt 06/04 dan sayah penjual cacing kilang kilung
dan siapah yang minat membeli dari cacing kilung kilung dari sayah pasti
sayah kirimin mau pun diah dari jakarta .bandung.jogja.makasar.banten.
pasti akan sayah di kirim min kok di jamin barang pasti selalu ada Rengasdengklok, Lemahabang Wadas, Johar dan Tempuran.
Bahkan cacing
kilung yang dijualnya seharga Rp 3.500 per kemasan dengan isi 20 ekor
cacing berukuran 10 centimetr tersebut juga dikirim ke Tangerang,
Bekasi, Tasikmalaya dan Bandung. Namun disayangkan usaha cacing yang
digelutinya menurut Ade, belum tersentuh perhatian pemerintah. "Saya
sudah tiga tahun usaha cacing ini dikembangkan tak pernah tuh dilirik
pemerintah," katanya kepada RAKA, Rabu (13/3).
Lebih lanjut Ade
mengatakan, pemeliharaan yang menggunakan tanah laut dan kadar air laut
serta kelembaban tanah berpengaruh pada pengembangan cacing kilung ini.
Bersama istrinya, ia mengaku terdapat 15 orang yang terdiri dari
tetangga dan kerabatnya dilibatkan untuk mengemas serta menangkap cacing
kilung di lautan seperti Muara Ciasem Subang dan Ciparage.
Ditambahkannya, dengan hanya omset Rp 200 ribu perh ari masih dirasa
kurang ideal, sementara ia yakin prospek permintaan pada cacing kilung
yang dianggap penambah nafsu makan ikan saat dipancing tiap tahun akan
terus meningkat.
Ia mengaku, sempat ditawari program-program
pemerintah namun prosedur yang rumit dan pinjaman ke bank tanpa agunan
pun tidak dilakoninya karena dianggap sulit, karenanya ia yang
bercita-cita ingin tambahan usaha alat pancing selalu berharap order
usahanya bisa terus meningkat meskipun ia tak menampik bantuan dari
pemerintah diperlukanya.
Sementara itu Pengurus Ikatan Pedagang Pasar
Cilamaya (IPPC) Abdul Ajiz mengungkapkan, melihat dari peluang usaha
yang ada di masyarakat seperti usaha cacing perlu adanya perhatian dari
pemerintahan setempat dari aparat desa karena diakuinya banyak
program-program pemerintah yang tidak diketahui oleh masayrakat akibat
kurangnya keterbukaan inofrmasi maupun sosialisasi kepada masayarakat
yang kurang menyentuh. Padahal lanjutnya, program seperti PNPM, dana
dari ADD, APBDes maupun aspirasi dewan, setiap tahun digulirkan.
"Tinggal bagaimana keseriusan sosialisasi dari program pemerintah untuk
usaha kecil saja," ujarnya. (rud)sayah cema suma dan siapah yang mau beli dari sayah harap komentar okeh barang pasti selalu ada
Sondag 08 November 2015
sayah berasal dari kec blanakan kab subang dusun tajungsari rt 06/04 dan sayah penjual cacing kilang kilung dan siapah yang minat membeli dari cacing kilung kilung dari sayah pasti sayah kirimin mau pun diah dari jakarta .bandung.jogja.makasar.banten. pasti akan sayah di kirim min kok di jamin barang pasti selalu ada Rengasdengklok, Lemahabang Wadas, Johar dan Tempuran.
Bahkan cacing kilung yang dijualnya seharga Rp 3.500 per kemasan dengan isi 20 ekor cacing berukuran 10 centimetr tersebut juga dikirim ke Tangerang, Bekasi, Tasikmalaya dan Bandung. Namun disayangkan usaha cacing yang digelutinya menurut Ade, belum tersentuh perhatian pemerintah. "Saya sudah tiga tahun usaha cacing ini dikembangkan tak pernah tuh dilirik pemerintah," katanya kepada RAKA, Rabu (13/3).
Lebih lanjut Ade mengatakan, pemeliharaan yang menggunakan tanah laut dan kadar air laut serta kelembaban tanah berpengaruh pada pengembangan cacing kilung ini. Bersama istrinya, ia mengaku terdapat 15 orang yang terdiri dari tetangga dan kerabatnya dilibatkan untuk mengemas serta menangkap cacing kilung di lautan seperti Muara Ciasem Subang dan Ciparage. Ditambahkannya, dengan hanya omset Rp 200 ribu perh ari masih dirasa kurang ideal, sementara ia yakin prospek permintaan pada cacing kilung yang dianggap penambah nafsu makan ikan saat dipancing tiap tahun akan terus meningkat.
Ia mengaku, sempat ditawari program-program pemerintah namun prosedur yang rumit dan pinjaman ke bank tanpa agunan pun tidak dilakoninya karena dianggap sulit, karenanya ia yang bercita-cita ingin tambahan usaha alat pancing selalu berharap order usahanya bisa terus meningkat meskipun ia tak menampik bantuan dari pemerintah diperlukanya.
Sementara itu Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) Abdul Ajiz mengungkapkan, melihat dari peluang usaha yang ada di masyarakat seperti usaha cacing perlu adanya perhatian dari pemerintahan setempat dari aparat desa karena diakuinya banyak program-program pemerintah yang tidak diketahui oleh masayrakat akibat kurangnya keterbukaan inofrmasi maupun sosialisasi kepada masayarakat yang kurang menyentuh. Padahal lanjutnya, program seperti PNPM, dana dari ADD, APBDes maupun aspirasi dewan, setiap tahun digulirkan. "Tinggal bagaimana keseriusan sosialisasi dari program pemerintah untuk usaha kecil saja," ujarnya. (rud) sayah cema suma dan siapah yang minat membeli harap komentar okeh pasti sayah kirimin
Bahkan cacing kilung yang dijualnya seharga Rp 3.500 per kemasan dengan isi 20 ekor cacing berukuran 10 centimetr tersebut juga dikirim ke Tangerang, Bekasi, Tasikmalaya dan Bandung. Namun disayangkan usaha cacing yang digelutinya menurut Ade, belum tersentuh perhatian pemerintah. "Saya sudah tiga tahun usaha cacing ini dikembangkan tak pernah tuh dilirik pemerintah," katanya kepada RAKA, Rabu (13/3).
Lebih lanjut Ade mengatakan, pemeliharaan yang menggunakan tanah laut dan kadar air laut serta kelembaban tanah berpengaruh pada pengembangan cacing kilung ini. Bersama istrinya, ia mengaku terdapat 15 orang yang terdiri dari tetangga dan kerabatnya dilibatkan untuk mengemas serta menangkap cacing kilung di lautan seperti Muara Ciasem Subang dan Ciparage. Ditambahkannya, dengan hanya omset Rp 200 ribu perh ari masih dirasa kurang ideal, sementara ia yakin prospek permintaan pada cacing kilung yang dianggap penambah nafsu makan ikan saat dipancing tiap tahun akan terus meningkat.
Ia mengaku, sempat ditawari program-program pemerintah namun prosedur yang rumit dan pinjaman ke bank tanpa agunan pun tidak dilakoninya karena dianggap sulit, karenanya ia yang bercita-cita ingin tambahan usaha alat pancing selalu berharap order usahanya bisa terus meningkat meskipun ia tak menampik bantuan dari pemerintah diperlukanya.
Sementara itu Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) Abdul Ajiz mengungkapkan, melihat dari peluang usaha yang ada di masyarakat seperti usaha cacing perlu adanya perhatian dari pemerintahan setempat dari aparat desa karena diakuinya banyak program-program pemerintah yang tidak diketahui oleh masayrakat akibat kurangnya keterbukaan inofrmasi maupun sosialisasi kepada masayarakat yang kurang menyentuh. Padahal lanjutnya, program seperti PNPM, dana dari ADD, APBDes maupun aspirasi dewan, setiap tahun digulirkan. "Tinggal bagaimana keseriusan sosialisasi dari program pemerintah untuk usaha kecil saja," ujarnya. (rud) sayah cema suma dan siapah yang minat membeli harap komentar okeh pasti sayah kirimin
Teken in op:
Plasings (Atom)
